Mendikbud Tolak Jam Masuk Sekolah Dimundurkan

pendidikan2Wacana untuk mengubah jam masuk sekolah menjadi pukul 09.00 WIB ditolak mentah-mentah oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh. Apalagi jika cara tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi kemacetan di DKI Jakarta.

“Tidak ideal kalau anak sekolah disuruh masuk pukul 09.00. Kalau mau ekstrem, sekalian saja masuk malam,” tutur M Nuh di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (2/4/2014).

Menurut M Nuh, jam masuk sekolah saat ini sudah terbilang ideal. Sebab, lanjutnya, dapat mendidik anak untuk selalu disiplin di segala situasi.

“Anak harus dilatih disiplin dan bangun pagi. Kalau tidak, bagaimana bisa maju?” paparnya.

Dia berpendapat, mengubah jam masuk sekolah bukan solusi efektif untuk mengatasi kemacetan yang melanda Jakarta. Bahkan, M Nuh menyarankan agar jam masuk kerja yang dimundurkan.

“Bukan itu solusinya (mengatasi kemacetan). Jangan anak yang dikorbankan. Kenapa bukan yang kerja saja yang jam masuknya dimundurkan?” ujar M Nuh.

Sebelumnya, Pemprov DKI mengajukan wacana jam sekolah tersebut sebagai upaya mengurai kemacetan di Ibu Kota. Wacana itu menjadi perhatian Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hingga ikut angkat bicara.

“Ada yang usul kenapa jam masuk anak sekolah di Jakarta enggak dibuat jam sembilan saja. Nah, itu akan kita kaji lagi nanti. Karena kalau dia masuk pukul sembilan pagi, berarti pulangnya lebih sore kan. Lalu bagaimana dengan kemacetan di sore harinya? Itu yang mesti kita kaji ulang,” kata Ahok, beberapa waktu lalu.

Sumber : okezone.com