FKPT Banten Lakukan Kunjungan Ke Lapas dan Rutan

pengurus-fkpt-bantenSerang – Ancaman dan bahaya radikalisme merupakan masalah nasional yang harus dihadapi oleh seluruh komponen bangsa. Ideologi yang bersifat radikal dan organisasi-organisasi yang menggunakan pendekatan kekerasan termasuk terorisme, harus menjadi kepedulian kita bersama. Hal Tersebut dikatakan Ketua bid. Pemberdayaan Ekonomi, Sosial, Budaya dan Hukum Forum Koordinasi Pencegahan Teroris (FKPT) Banten, Hj. Edah Junaedah, S.H saat malakukan kunjungan silaturahmi ke Lapas dan Rutan Serang, Rabu (19/11).
Menurutnya, Penanggulangan radikalisme atau de-radikalisasi sebagai sebuah strategi yang dianggap efektif dalam jangka panjang haruslah dikembangkan secara kontekstual dengan melibatkan setiap individu warga negara. Radikalisme mempunyai kecenderungan untuk membenci orang dengan menghancurkan kelompok lain.
Dimana semangat tersebut tidak sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang sangat menjunjung indahnya perbedaan. Rasa nasionalisme merupakan rasa cinta dan rasa memiliki bangsa sendiri. Rasa ini timbul apabila kita benar-benar menghayati pentingnya peran kita sebagai pondasi bangsa,”katanya.
Pondasi yang kuat menurut Endah menopang guncangan yang terjadi akibat pengaruh-pengaruh yang ditimbulkan orang-orang tidak bertanggung jawab dan berpikiran sempit yang ingin merusak persatuan dan keharmonisan bangsa Indonesia.
Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan adalah tempat untuk melakukan pembinaan terhadap narapidana dan anak didik pemasyarakatan di Indonesia, Secara umum pembinaan narapidana bertujuan agar mereka dapat menjadi manusia seutuhnya dan tidak mengulangi perbuatannya,”ujarnya.
Masih menurut Endah, pembinaan kepribadian bidang kesadaran berbangsa dan bernegara bagi narapidana pada dasarnya bertujuan agar narapidana dapat menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari warga negara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang mempunyai aturan dan karakteristik khusus dalam hal ini kami Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Banten berupaya menanamkan kembali nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika kepada Narapidana Lembaga Pemasyarakatan dan Rutan.
Kegiatan ini berbentuk dialog antara Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme dan dengan Para Narapidana khususnya yang masa penahanannya akan selesai dan umumnya para narapidana yang secara keseluruhan,”pungkasnya. (Media Center FKPT Banten)