JK “Blusukan” ke Rusunawa yang Diresmikan oleh SBY

0259030jk7780x390Wakil Presiden Jusuf Kalla mengunjungi rumah susun sewa di kawasan industri Kabil, Batam, Kepulauan Riau, Jumat (6/2/2015). Rumah susun ini diperuntukkan bagi para pekerja yang menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Kunjungan ke rumah susun sewa (rusunawa) ini tidak dijadwalkan sebelumnya. Semula, Kalla dijadwalkan berkunjung ke kawasan industri Kabil.

Dengan didampingi Mufidah Kalla, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan sejumlah pejabat di Sekretariat Wapres, Kalla berkeliling kawasan industri Kabil dengan mengendarai bus.

Setelah hampir mencapai pintu ke luar kawasan industri Kabil, bus yang ditumpangi Kalla tiba-tiber berbelok ke pintu masuk kompleks rusunawa. Kalla lalu keluar dari bus dan langsung masuk ke salah satu blok rusunawa.

Rusunawa Kabil tampak menarik jika dilihat dari cat temboknya yang didominasi hijau dan kuning. Kondisi rumah susun tersebut tampak masih baru dan bersih.

Di dalam rusunawa, Kalla disambut Direktur PT Sarana Citra Nusa Kabil Agus Hidayat. Kepada Agus, Kalla bertanya jumlah tarif yang harus dibayarkan pekerja untuk menyewa rusun per bulannya.

Menurut Agus, rusun ini disewakan dengan tarif harian Rp 15.000 per kamar. Satu kamar bisa dihuni hingga empat orang.

“Satu hari sewa Rp 15.000, satu bulan sekitar Rp 460.000,” kata Agus.

Tersedia 10 blok rumah susun yang bisa menampung lebih kurang 4.000 pekerja. Mendengarkan keterangan Agus, Wapres tampak mencatat dengan serius. Ia mencatat pada buku kecil dengan menggunakan pulpen yang dikantonginya.

“Ini seperti kos-kosan, ya,” ucap Kalla.

Namun, ketika dikunjungi Wapres, kondisi rusunawa tersebut tampak kosong. Kalla pun mempertanyakan hal tersebut kepada Agus.

“Kok kosong, ya?” katanya.

Sayangnya, jawaban Agus tak terdengar. Rombongan Wapres lalu meninggalkan rusunawa. Sebelum meninggalkan rusunawa, Kalla terlihat menepuk bahu Agus sambil berkata, “Bikinlah.”

Blok rusunawa Kabil diresmikan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono pada April 2012. Pembangunan rusunawa ini merupakan gagasan Kalla ketika mendampingi Yudhoyono sebagai wakil presiden ketika itu.