Sanwawi: Saling Mendukung Cegah Kekerasan Pada Anak

BERITAONE.com – Tingginya kasus kekerasan terhadap anak, baik menyangkut pelecehan seksual atau tindakan kekerasan fisik menjadi catatan bersama bahwa semua pihak memiliki tanggungjawab untuk mengentaskan problem sosial tersebut.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia Kota Bekasi mencatat dalam setiap tahun kasus kekerasan pada anak terus mengalami peningkatan. Tahun 2015 lalu angka kekerasan seksual pada anak di mencapai 300 kasus. Hal ini tentunya menjadi sinyal negatif apabila dibiarkan kasus demi kasus pada anak terus terjadi.

Anggota komisi D, Sanwawi mengajak semua pihak untuk lebih memperhatikan perkembangan anak. Tanggung jawab tersebut menurutnya tidak hanya ada pada pundak tenaga pendidik atau sekolah, melainkan menjadi tanggung jawab orang tua selaku pihak yang memiliki waktu paling banyak bersama anak serta pemerintah sebagai pihak yang memiliki wewenang membuat sebuah kebijakan yang bersifat melindungi anak-anak.

“Ini problem sosial yang harus terselesaikan,dengan cara bersama-sama menjalankan perannya masing-masing. Bagi para pendidik di sekolah, mereka harus memberikan pelajaran yang mengedukasi, baik itu menyangkut pelajaran umum atau pelajaran yang bersifat meningkatkan kepercayaan anak ( psykologi ) sehingga mereka termindset kepada arah yang positif,” terang Sanwawi.

Sementara tanggung jawab orang tua, menurutnya lebih besar bila di banding pihak lain. Oleh karenanya, para orang tua diharapkan mampu memberikan contoh yang baik bagi anak-anak nya,seperti berprilaku santun dari ucapan dan tindakan, kontrol emosi dengan tujuan agar menyeimbangkan psykologi anak serta memberikan dukungan moril kepada anak agar mau mengenyam pendidikan.

“Semua pihak memiliki keterkaitan dalam membina anak, orang tua harus mampu menjadi contoh terbaik. Mereka harus menjadi sosok kebanggaan bagi anak nya, sehingga rasa percaya diri anak terus meningkat dan mereka terbebas dari arus pergaulan yang menyesatkan. Sementara peran pemerintah membuat program serta memberikan fasilitas yang berkaitan dengan perkembangan mental anak. Jika semua berperan, kami yakin angka kekerasan pada anak dapat berkurang,” ujarnya.

Mengenai ada nya program kampung aman dan ramah anak menurut pria yang berasal dari Partai Persatuan Pembangunan ini, program tersebut bisa menjadi dukungan tambahan dalam menjaga anak dari pergaulan bebas dan kekerasan terhadap anak.

Namun begitu, program tersebut bisa saja maksimal asalkan semua pihak memberikan dukungan, sehingga program yang tersusun dapat berjalan efektif.  “intinya semua harus bersama-sama dan saling mendukung,” ujar Sanwawi. (ADVERTORIAL)