Nova Eliza Jadi Pembicara di Hadapan Para Kedutaan Indonesia

Nova Eliza adalah salah satu artis yang terang-terangan menunjukkan kepeduliannya pada kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Oleh karena itu ia membangun sebuah lembaga Suara Hati Foundation. Tak hanya mengalokasikan dana untuk para korban kekerasan, Nova juga aktif melakukan kampanye ke berbagai kota dan daerah.

Karena kegigihannya untuk terus kampanye stop kekerasan terhadap perempuan, Nova pun diundang menjadi pembicara dalam acara peluncuran EU-Indonesia Blue Book 2017. Acara ini memang mengangkat tema kesetaraan gender, yang mana sangat pas dengan visi dan misi dari Nova.

“Sebenarnya memang sudah dari tahun 2015 kalau aku selalu bersuara mewakili perempuan-perempuan yang tertindas, baik dari sisi fisik atau verbal. Karena kan kekerasan itu ruang lingkupnya besar,” ujar Nova, Selasa (16/5).

“Saat ini sedang berada di acaranya Uni Eropa karena mereka baru saja melaunching Blue Book, di mana aku jadi salah satu narasumber yang berbicara soal kesetaraan gender dan bagaimana kita ingin menuntaskan kekerasan terhadap perempuan. Kalau aku sih sepanjang tahun akan bersuara terus ya. Mau diundang oleh kedutaan yang ada di Indonesia ataupun juga yang masuk ke daerah di Indonesia,” tutur ibu satu anak ini.

Acara ini bahkan dihadiri oleh sederet duta besar negara-negara lain yang ada di Indonesia loh. Intinya, Nova ingin mereka tahu bahwa di Indonesia masih banyak kekerasan yang menimpa para wantia dan hal itu harus bisa diberantas.

“Simple sih ya tadi (bicara) tentang bagaimana aku mewakili dari Suara Hati Foundation mengajak duta besar yang ada di Indonesia, kayak tadi ada dari Swedia, untuk terlibat memberikan opini, ide untuk memerangi angka kekerasan yang ada di Indonesia. Mungkin karena mereka melihat aku terus berbicara soal stop kekerasan pada perempuan makanya aku diajak jadi salah satu narasumber di sini,” lanjutnya.

Saat ini, Nova bersama Suara Hati Foundation tengah fokus mengumpulkan dana untuk para korban kekerasan perempuan di kota kelahirannya, Aceh. “Saat ini kita lagi concern untuk ngumpulin dana untuk diberikan kepada perempuan-perempuan korban kekerasan pada masa konflik di Aceh,” pungkas Nova. @BAD