Kesal, Warga Demo Depan Area Tambang

beritaone.com – Warga yang tergabung dalam Karang taruna, paguyuban RW dan elemen masyarakat peduli Pamubulan melakukan aksi unjuk rasa di depan area tambang milik perusahaan PT. Cemindo Gemilang, Kamis (08/06/2017).

 

Aksi tersebut merupakan bentuk kekesalan warga yang telah dijanjikan oleh PT. Cemindo Gemilang untuk membuat jalan khusus yang telah disepakati bersama pada tanggal 27 April 2017 di gedung DPRD Banten yang dihadiri oleh Kapolres Lebak, BIN Banten, Dirintel Polda Banten, Dishub, BLHD, Pimpinan DPRD Banten bersama perwakilan warga Pamubulan. Dalam rapat bersama tersebut disepakati bahwa PT. Cemindo Gemilang untuk membuat jalan khusus sendiri tanpa memonopoli jalan Nasional yang kini kondisinya sudah rusak parah.

 

“Ini tuntutan kami kepada PT. Cemindo Gemilang yang tidak merealisasikan janjinya untuk membuat jalan khusus. Kami sebagai warga terdampak selalu diberikan harapan palsu. Kami berhak menuntut, karena jalan nasional itu dari uang rakyat bukan dari uang perusahaan,” ujar Ahmad Ludin selaku Ketua Karang Taruna setempat.

 

Senada dikatakan Ketua Paguyuban RW Desa Pamubulan, Jumri. Menurutnya,saat ini kondisi jalan nasional diruas Pamubulan kondisinya sangat memprihatinkan. Sudah hampir 4 tahun jalan itu rusak berdebu, akibat dominasi monopoli angkutan berat semen merah putih.

 

Masih kata Jumri, hampir 12 Kilometer jalan Bayah – Pamubulan kondisinya rusak parah dan sudah hampir 4 tahun tidak diperbaiki, saat ini perusahaan malah menambah ruas untuk monopoli jalan yang masih bagus untuk kepentingan bisnis perusahaan dari tambang quarry 2 ke quarry 1.

 

“Karena ini jalan dari uang rakyat. Kami selaku warga tidak terima atas perilaku perusahaan yang telah memperkosa hak kami sebagai rakyat yang punya hak mendapatkan sarana jalan yang layak. Kami mohon perusahaan untuk segera membuat jalan khusus agar kondisinya tetap tentram dan nyaman,”  kata Jumri.(dho)